Renat's Pages

Just another weblog

Tag Archives: religion

Jiwa

Dia melompat bebas, terbang ke segala penjuru seakan tiada ruang yang tak tersentuh oleh terangnya. Walau tanpa sayap sinar yang terpancar dari dirinya begitu damai dan indah, seperti halnya bilyaran sinar lain yang serupa dengannya disekelilingnya. Bahkan musik tercantik didunia pun tak bisa mengiringi megah tariannya. Dia riang, tanpa kenangan, tanpa siksaan, tanpa jalan, tanpa nafsu, tanpa ambisi, tanpa nama, tanpa gelar.

Dia dan beberapa sinar yang lain membumbung tinggi dan bergerak ke tempat lain, tempat dimana dia dan sinar yang lain belum pernah singgahi. Paras yang tenang dan bijaksana bercakap cakap dengan dia dan tidak lama kemudian dia dan sinar yang lain diutuslah untuk menempati rumah yang baru. Rumah itu pun hidup dan dia ada didalamnya. Rumah itu berkembang dan bertumbuh dan kemudian rumah itu dilahirkan di dunia.

Dia tetap melompat namun tak bebas, dia tak bisa keluar dari rumahnya. Sebab jika dia melompat meninggalkan rumah sebelum waktunya rumah itu akan mati dan dia tak bisa pulang kembali ketempat dimana sinar yang lain menunggunya. Dia berjumpa dengan sinar lain di rumah itu, namun tak seperti jenisnya, sinar ini angkuh, punya nafsu, punya keinginian. Dia dan sinar itu beriringan bersama waktu dan mereka menjadi sepasang sahabat yang elok.

Dia hidup 28 tahun di rumah itu. Dan beberapa tahun terakhir di rumah itu adalah tahun yang sangat buruk yang dialaminya. Selama tinggal di rumah, dia sering dikhianati oleh sahabatnya, dia lebih sering mengalah, dia dibungkam, dia dipaksa padam saat sinar lain ingin bersinar lebih terang dan dominan di rumah itu. Dia tidak tahu lagi sampai kapan dia harus tinggal dirumah itu. Namun satu hal yang dia ingat adalah pesan yang diberikan kepadanya sebelum dia tinggal didalam rumah itu dan sebelum dia datang ke dunia. Dia tersenyum, dan dengan harapan yang tanpa putus di sela tangisan pilu di hari harinya, dia tetap berharap bahwa di lain hari dia akan membuat rumahnya lebih baik, lebih indah, dan temannya sinar itu bisa dia bujuk untuk membuat keindahan didalam rumah, bersama sama.

Dia tidak melompat lagi, namun bila saatnya dia melompat bebas lagi nanti. Dia ingin rumah dan sahabatnya menjadi indah seperti dia.

Advertisements